WISATA GUNUNG KELUD

- peta
- lokasi
jarak tempuh 40km atau 45 menit ke arah timur Monumen Simpang Lima Gumul


Gunung Kelud diabadikan dari udara.




SIAPA pun akan merasa nyaman jika melewati ratusan hektar kebun tebu dan kopi milik PDP Margomulyo, di kanan kiri jalan. Hawa yang sejuk di pagi hari, disemarakkan oleh kicau burung yang terbang ke sana ke mari.
Dari Sugihwaras, harus ditempuh sepuluh kilometer lagi sebelum sampai ke kawah Kelud. Walaupun sudah beraspal, namun bagi mereka yang membawa mobil, jangan harap dapat mengemudikannya hingga mendekati kawah. Pasalnya, jalan aspal itu hanya selebar dua meter.



Jika memang akan memasuki jalan menuju kawah, pengemudi juga harus tetap waspada, karena dari arah berlawanan sering muncul penduduk yang membawa tetumbuhan dan kayu, dan biasanya meluncur dengan kecepatan tinggi. Jangankan mobil. Pengendara sepeda motor pun harus merapat ke sisi kiri untuk menghindari tabrakan. Jika tidak, siapa pun harus siap 'tertampar' sebongkah tumbuhan atau setumpuk kayu.
Lepas dari papasan dengan penduduk, masih ada rintangan lain. Beberapa sisi jalan menuju kawah banyak yang longsor dan licin, terutama jika setelah turun hujan. Akibatnya, lengah sedikit saja, siapa pun dapat terperosok ke dalam jurang.


"Lolos" dari jalan berliku-liku menuju daerah kawah bukan berarti mudah memasuki kawah. Sebab, jalan aspal sudah habis di sekitar dua kilometer menjelang kawah. Sehingga, satu-satunya cara menuju kawah, adalah dengan berjalan kaki melintasi jalanan berbatu.
Dengan demikian, siapa pun yang mengendarai sepeda motor, harus rela meninggalkan kendaraannya tanpa pengamanan dari siapa pun. Atau, ia harus ikhlas untuk tidak ke kawah, alias menikmati pemandangan tebing dan pemandangan Kota Kediri bagian bawah dari tempat itu. Setelah itu, pulang tanpa menyaksikan kawah.





BERBICARA tentang Gunung Kelud yang oleh Pemerintah Kabupaten Kediri akan dijadikan salah satu objek wisata andalan, sama saja membicarakan masalah infrastruktur. Di sana-sini masih banyak yang harus dibenahi.
Soal jalan tentu menjadi yang utama. Kecuali beberapa kilometer jalan di kawasan PDP Margomulyo, jalan lainnya yang menuju kawah Kelud masih harus ditingkatkan mutunya. Baik dari segi lebar jalan maupun kualitasnya. Terutama, aspal jalan di beberapa kilometer menjelang kawah.




Di kanan kiri jalan, juga belum terdapat tanaman pelindung yang meneduhkan wisatawan, utamanya jika matahari sedang bersinar dengan teriknya. "Bagi saya sendiri, soal jalan dan tanaman pelindung memang yang terpenting untuk dibenahi," kata Sekretaris Desa Sugihwaras, Imam Muhamad Khosian.
Selain itu, ada beberapa kelengkapan penunjang lain yang menurutnya juga harus dipunyai kawasan Kelud, jika akan dijadikan sebagai objek wisata. Salah satunya adalah tersedianya papan penunjuk yang memadai di jalan-jalan menuju Gunung Kelud.

Pengembangan potensi wisata Kabupaten Kediri juga akan digencarkan melalui pendekatan-pendekatan khusus terhadap biro-biro perjalanan. Promosi wisata Kediri yang pada saatnya nanti dikemas dalam brosur dan leaflet, akan disebarkan kepada biro-biro perjalanan. Dengan demikian, secara perlahan promosi Gunung Kelud terus berjalan.

Situs yang direncanakan dibuat dalam dua bahasa ini-bahasa Indonesia dan Inggris-diharapkan dapat efektif menarik wisatawan untuk datang ke Kediri. Sebab, sebagaimana website pada umumnya, di situ tercantum segala informasi penting tentang kota tersebut, termasuk objek wisatanya.
Wisata Gunung Kelud memang masih harus menempuh perjalanan panjang. (p01)
Kompas/rudy badil Andalan - Pemerintah Kabupaten Kediri akan menjadikan Gunung Kelud sebagai salah satu andalan obyek wisata , walau jalan untuk itu masih panjang.

0 komentar: